selamat datang di blog yang dikhususkan buat teman2 yang interest di bidang transportasi.....

(selaen transport juga gpp c.. sing penting happy! heheh)

Kamis, 30 Desember 2010

krisis makna...

berbahagialah kita yang hidup di Indonesia dan Asia pada umumnya karena di negara-negara barat sana, konon khabarnya 20% dari anak mudanya pernah melakukan percobaan bunuh diri, secara statistik dari 20% yang mau bunuh diri itu didominasi kaum hawa. kenapa mereka begitu putus asa ? khabarnya alasan utamanya karena bingung hidup mau ngapain, atau dengan kata lain kurang bisa memaknai hidup begitulah.... para pria mempunyai prosentase yang lebih sedikit mungkin karena mereka kemudian bisa menjawab pertanyaan-pertanyaannya sendiri.. (kale)..

mungkin kita merasa heran, kenapa pemuda-pemudi di negara barat bisa berfikiran begitu, sedangkan kita yang hidup di negara terbelakang aja bisa hidup enjoy dan adem ayem aja sekalipun lingkungan kita sering dibumbui kecemburuan sosial, saling menjelek-jelekan, saling sikut, saling tendang... tapi kita jarang yang merasa frustasi khan ? slow aja begitu..... alasannya sederhana dan sebenernya kita udah tau jawaban itu dari dulu, yaitu pencapaian materi tidak pernah menjadi jaminan untuk kebahagiaan seseorang!
mungkin Anda sering mendengar ceritera tentang seorang direktur perusahaan bonafid yang mendapatkan fasilitas serba wah, gaji yang besar, karier yang bagus begitu saja mengundurkan diri karena ia kehilangan kesempatan untuk hidup lebih banyak bersama keluarga... ia tidak dapat memaknai hidupnya sekalipun segala kelebihan ada pada dirinya karena makna hidup yang sebenarnya untuk dirinya adalah ketika ia berada dekat dengan keluarganya...

motif hidup manusia yang menurut Freud hanya sebatas agresi dan sex kini ditentang habis oleh murid-muridnya sendiri. Ia (Freud) yang beranggapan bahwa mencintai tetangga seperti mencintai dirinya sendiri adalah hal yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia sebenarnya sangat bertentangan dengan prinsip hidup manusia yang selalu mencari makna dalam hidupnya.. makna hidup seseorang pada dasarnya adalah ketika ia dicintai, mencintai, bermanfaat buat diri dan lingkungannya, ummat manusia pada dasarnya adalah satu kesatuan yang utuh, melukai hati sesama sama dengan menyakiti dan merugikan diri sendiri dengan atau tanpa disadari... kita semua adalah satu.. all for one, one for all....

sayangnya jarang sekali diantara kita yang mempedulikan arti pentingnya makna hidup kita, bahkan ada seloroh bahwa negara kita saat ini lebih materialistis dari negara-negara barat, kenapa ? mungkin karena pertahanan budaya kita tidak dapat menahan begitu besarnya gelombang pengaruh asing yang datang silih berganti... anak-anak kita kemudian salah belajar, terlalu berkiblat pada budaya barat yang menurutnya adalah orientasi akhir dari segala tujuan hidup para pengikutnya.... dosen saya yang brilian pernah berujar "kalo mau belajar teknologi silakan ke negara barat tapi jika kita ingin mendalami sosial, makna hidup, persaudaraan maka kita tidak perlu pergi kemana-mana"....
kesalahan pandangan membuat kita mengikuti arah yang kurang tepat sedemikian sehingga kita dibingungkan oleh fenomena-fenomena yang terjadi di lingkungan sendiri.. saat ini kita dibingungkan oleh semakin banyaknya orang - orang agamis, bergelar haji, rajin ke mesjid, beribadah ke gereja, ke pure, pandai bersilat lidah tapi kenyataannya tingkat kejahatan semakin meningkat, koruspi semakin meraja lela, pelanggaran hak asasi manusia semakin mewabah sampai ke komunitas terkecil yaitu keluarga....

untung saja kemudian ada yang dapat menjelaskan, Danah Zohar dalam buku "kecerdasan spiritual" memberikan gambaran bahwa "tingkat keagamisan" seseorang tidak ada kaitannya dengan kecerdasan spiritualnya, bisa saja orang yang agamis mempuyai tingkat kecerdasan spiritual yang rendah, sebaliknya mereka yang atheis (tidak bertuhan) justeru memiliki tingkat kecerdasan spiritual yang tinggi... dengan begitu mungkin kita tidak heran jika ternyata mereka yang tidak beragama justru lebih jujur, peduli terhadap lingkungan, bertanggung jawab dibanding mereka yang mengklaim sebagai manusia-manusia agamis tapi rajin menyakiti sesamanya... agama atau keyakinan apapun jika diartikan secara dangkal -menurut Zohar- dapat dipandang sebagai dogma yang harus diikuti dengan tidak adanya peluang untuk "membantahnya" (=mengkajinya lebih dalam) sedemikian sehingga para pengikut bisa mengerti makna yang sebenarnya...

Danah Zohar dalam bukunya diatas juga mengakui dengan jujur bahwa saat ini di negara barat telah terjadi krisis pemaknaan hidup.. mereka memang mempunyai kelebihan di bidang teknologi yang berarti tingkat IQ nya tinggi, namun dilihat dari kesadaran diri jelas mereka ketinggalan dibanding negara-negara timur (Asia pada umumnya, termasuk Indonesia?).. jika memang demikian adanya kemudian kenapa kita masih saja mengagung-agungkan faham, budaya, ajaran yang datang dari barat ? kenapa tidak kita pelajari saja kelebihan teknologi mereka dengan tidak menghilangkan budaya sendiri yang jelas lebih maju dan mereka mengakuinya ? just think about it...
penyimpangan perilaku seperti banyaknya orang alim yang melakukan kejahatan (baik kecil2an ataupun besar2an) mungkin bisa kita minimalisir jika kita menyadari makna sebenarnya dalam hidup ini....tiap orang bisa memperoleh makna hidupnya dengan cara yang berbeda-beda yang tentu saja akan sangat bervariasi tergantung kemampuan dan pengaruh lingkungan ketika ia sedang berusaha memaknai sesuatu.... mungkin mudahnya bisa kita analogikan bahwa otak manusia itu ibarat sebuah pintu yang membutuhkan kunci yang tepat untuk membukanya.. dan tentu saja kunci Anda sangat berbeda dengan kunci saya dan kunci tetangga.. tapi jelas bahwa kunci itu ada di sekitar kita, tidak perlu jauh untuk mencarinya karena kunci itu ada pada keyakinan kita sendiri.....

jika saja kita mampu menjawab pertanyaan sendiri, menenangkan gelora kebingungan sendiri, memaknai hidup kita sendiri maka mungkin kita tidak perlu mengalami krisis makna seperti yang tengah terjadi pada tetangga-tetangga kita.... dan siapa tau kehadiran kita memberi inspirasi untuk kedamaian secara keseluruhan.... amiin...:)


(satu tips untuk kita semua : jangan berhenti bertanya kenapa dan bagaimana)

Minggu, 31 Oktober 2010

teknis dan administrasi.....

menurut ahli administrasi " hanya 30% dari pekerjaan kita yang berupa urusan teknis, sisanya yang 70% adalah urusan administrasi"... birokrat pengalaman tentu saja menyadari hal ini, bahkan ada yang mengatakan bahwa, "pekerjaan kita ini 20% teknis dan 80% sisanya berupa pekerjaan non-teknis !".....

hmmmm.... ini rupanya penjelasan kenapa banyak sekali organisasi2 teknis yang dipenuhi oleh orang2 non-teknis... perhatikan saja personil yang ada di lingkungan Anda bekerja... katakanlah organisasi Anda mengurusi teknis transportasi seperti di tempat saya... sedikit tuch yang orang teknis.... sisanya ada yang produk akademi sekretaris, produk sekolah hukum, produk sekolah komputeerr.. sangat bervariasi.. sangat beralasan berita yang ada di media nasional yang mengatakan bahwa pengusaan teknis para personil di instansi teknis hanya dalam kisaran 17 % saja....

mengacu pada wacana pada paragraf pertama, hal ini malah dapat dipandang bagus karena dala kenyataannya organisasi teknis juga kebanyakan mengurusi masalah administrasi dan non-teknis.... lagi pula Anda inget apa kata Pak JK yang kurang lebih begini: "ahli ekonomi sekarang pintar mengurusi masalah teknis, pemerintahan, pertanian dll dsb kecuali masalah ekonomi, orang administrasi juga paling pinter masalah teknis, masalah hukum, perdagangan dll dsb kecuali masalah administrasi.. demikian pula orang teknis sekarang yang pinter ngurusi masalah administrasi, sosial, politik, dll dsb kecuali masalah teknis bidangnya sendiri!"... kesimpulannya latar belakang pendidikan personil non-teknis di bidang teknis juga bagus khan ? karena memang mereka paling pinter kalo ngobrolin masalah teknis! wkwkwkwk....

Selasa, 14 September 2010

penyebab kemacetan lalulintas....

gambaran kemacetan di jalan2 adalah sebagai berikut :

pengendalian tata guna lahan yang lemah
ini adalah masalah kekurangsesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan. sebagai contoh guna lahan yang awalnya direncanakan untuk perkantoran  berubah menjadi pusat perdagangan dan jasa, kawasan lindung menjadi perumahan... pembangunan pusat-pusat kegiatan seperti ini akan menarik pembangunan pusat kegiatan pendukung seperti rumah makan, bank, pom bensin dan lain sebagainya..




tidak terpenuhinya hierarki jalan
pengaturan hierarki ini selain untuk memudahkan pengaturan lalu lintas juga untuk menjaga agar tingkat pelayanan jalan tetap terjaga. persilangan hanya diijinkan untuk jalan dengan kelas atau fungsi yang sama atau setingkat dibawahnya, sebagai contoh jalan arteri hanya boleh bersilangan dengan jalan arteri lagi atau dengan jalan kolektor. dalam kenyataannya pada jalan arteri ditemukan akses langsung menuju pusat kegiatan dengan skala kecil yang tersebar merata sepanjang jalan tersebut...

disiplin pengguna jalan yang rendah..
angkutan umum dan kendaraan pribadi yang berhenti dan parkir di badan jalan untuk mencari penumpang atau belanja di sisi jalan, pejalan kaki yang menyeberang jalan tidak pada tempatnya, tidak dipatuhinya rambu-rambu lalulintas seolah menjadi pemandangan sehari-hari di lingkungan kita.. yang jelas hal tersebut sangat potensial menimbulkan "blocking back effect" (penguncian arus lalulintas yang berdampak pada terhentinya lalulintas di belakangnya) sebagaimana diperlihatkan pada gambar disamping...

sebagai sharing, sepengetahuan saya ketiga hal diatas dapat dipandang sebagai masalah menggejala (manifest problem) dan bukan masalah yang sebenarnya (root problem)nya. bisa jadi penyebab tidak terkendalinya tata guna lahan adalah kurangnya kesadaran ketika penetapan kebijakan perencanaan kota, bisa jadi penyebab tidak dipenuhinya hierarki jalan adalah kurangnya perhatian pemerintah dalam pembangunan infrastruktur, bisa jadi penyebab rendahnya disiplin pengguna jalan adalah kurangnya kesadaran pengguna yang sudah terlanjur hidup di dunia yang serba instant dan serba memaksakan kehendak..

ato bisa jadi di negara kita terlalu banyak orang yang memilih profesi sebagai pengamat dan komentator saja tanpa mau melakukan perbaikan (seperti yang penulis blog ini)..... bisa segala macam penyebab.. tapi kita semua berkeyakinan bahwa kita semua menginginkan perbaikan untuk kepentingan bersama.. dan itu bisa kita awali dengan menanamkan kesadaran pada diri kita sendiri terlebih dahulu.... semoga....

Selasa, 24 Agustus 2010

income wajar berdasar pengeluaran transportasi...

"pengeluaran untuk transportasi tidak lebih dari 10% per bulan" itu doktrin dalam dunia transportasi mengenai pengeluaran yang wajar untuk biaya transport. doktrin itu bisa kita pakai buat menghitung ato memprediksikan pendapatan (income) yang wajar, khan ? yaa gampang.. tinggal kita bulak-balik aja! hehe...

jika alat transportasi kita untuk bekerja, belanja, nganter anak2 sekolah adalah sebuah sepeda motor yang Anda beli dengan cara kredit dengan cicilan Rp 350.000,00/bulan. penggunaan bahan bakar rata-rata per bulan adalah Rp 100.000,00, biaya perawatan (service besar dan kecil) rata-rata per bulan = Rp 35.000,00. bila ditotalkan maka pengeluaran Anda untuk mengurusi sepeda motor Anda adalah : Rp.350.000,00 + Rp 100.000,00 + Rp. 35.000,00 =Rp 485.000,00/bulan dan income wajar Anda  berdasar pengeluaran transportasi dengan demikian adalah Rp 4.850.000,00 / bulan... (catatan : angka ini belum memperhitungkan biaya parkir, pengurusan SIM, STNK, dll)..

nah! jika kendaraan yang Anda gunakan adalah mobil pribadi (katakanlah sebagai sample Anda memakai mobil sejuta ummat yaitu daihatsu xenia) dan Anda membelinya dengan kredit dan cicilan Rp. 3.500.000,00/bulan. penggunaan bahan bakar rata-rata per bulan Rp 500.000,00, biaya perawatan Rp 150.000,00, dan rata-rata pengeluaran untuk menggunakan kendaraan tersebut adalah Rp 3.500.000,00 + Rp. 500.000,00 + Rp 150.000,00 = Rp. 4.150.000,00/bulan. income wajar berdasar pengeluaran tersebut adalah Rp. 41.500.000,00 / bulan....

berdasar perhitungan tersebut, kita juga bisa mendapatkan gambaran bahwa kondisi sekarang banyak sekali masyarakat yang membeli barang-barang yang "belum waktunya" atau dengan kata lain "memaksakan keinginan" begitu kale yach ? jadi wajar sekarang banyak orang-orang yang keliatan "wah" tapi baru mobilnya kegores dikit ajah udah uring-uringan ! hehehhe.. kaleee ntu juga :) :)

Rabu, 11 Agustus 2010

kayak di hutan.....

"kalo Anda mau ke hutan coba jalan2 di Inggris!" gitu kata orang Jerman untuk menggambarkan kesemrawautan lalulintas di Inggris. Mungkin orang Jerman yang ngomong begini belum pernah liat kondisi lalulintas di negara kita tercinta.. coba bayangin kalo lalulintas di Inggris aja yang begitu teraturnya dianggap seperti di hutan, lha jalan kita kayak apa yach kata mereka ??





gambar dari :sutris.blogspot.com
coba Anda temukan perbedaan dua foto diatas.. apa bedanya ? ga ada bedanya khan ?
gambar diatas ada kijang, zebra, panther, bebek, dll dsb sedangkan dibawah ada burung, menjangan, ayam dll.. sama2 banyak binatangnya khan ? perhatikan pula bahwa di foto atas dan bawah juga sama2 tidak ada aturan yang mengikat siapapun yang berada di sana, siapapun bisa parkir di badan jalan, bisa memotong jalur orang lain dengan cukup memberi klaksok, malah kadang tanpa memberi isyarat apapun.. pejalan kaki dibiarkan berjalan dan bersaing dengan kendaraan dengan tanpa pemisahan mana lajur untuk kendaraan dan mana lajur untuk pejalan kaki, sekalipun disediakan kemudian dipakai oleh pedagang kaki lima.... hayooo.. apa bedanya semua itu dengan di hutan ??? sama khan ? :)

dan taukah Anda bahwa angka kecelakaan lalulintas di jalan2 kita terus meningkat setiap tahunnya ? jauh lebih besar daripada korban yang diakibatkan kebuasan binatang -binatang di hutan... berita baiknya adalah kita "fine2" aja tuch.... :( 

Selasa, 10 Agustus 2010

banyak yang punya empang (=balong, tempat memelihara ikan)....

"waahhh.. hebat sekarang temen2 punya empang (=balong, tempat memelihara ikan) depan rumah masing2!" gitu kata temen saya yang baru dateng keliling kota.... kita yang ndenger heran sekali, "masa sich di kota pada bikin empang ?" pan lahan di kota udah sempit sekali makanya trotoar aja pada dipake buat jualan mungkin khan karena lahan udah gada lagi.. ini kok bisa2nya temen2 pada punya empang di dalam kota.. udah pada kaya kale temen2 sekarang.....

setelah sadar, kita baru pada ngakak semua karena ternyata empang  yang dimaksud temen itu adalah lubang-lubang di jalan yang menjadi seperti empang pada saat hujan...  air tidak mengalir ke saluran karena saluran yang ada kurang dipelihara dan diperhatikan, yang ada malahan pemilik rumah yang berada d pinggir jalan berlomba2 untuk meninggikan bangunan mereka masing-masing supaya pada saat banjir, air tidak masuk ke rumah, "pikirin amat saluran air mah!" kata mereka.. jadi dech setiap rumah punya empang.... lahan bagi pedagang benih ikan nich ! hehehe...

Senin, 09 Agustus 2010

mengukur kepedulian masyarakat......

kata Jefrey Winters, "masalah di negara kita ada tiga, pertama pemimpin yang korup, dua masyarakat yang susah diatur, tiga penegakkan hukum yang lemah....".. hal ini disampaikan waktu negara kita mengalami krisis moneter Tahun 97 yang memporak-porandakan perekonomian negara sekaligus membukakan mata kita semua bahwa negara kita yang didengung2kan bisa jadi Macan Asia ternyata lemah luar-dalam.....

masalah pemimpin yang korup, mungkin udah disadari oleh kita semua, makanya sekarang ada KPK, ada ICW, ada lembaga2 pengawas keuangan dll dsb.. masalah penegakkan hukum juga terus diperbaiki dengan banyaknya peraturan yang membatasi aparat pemerintah untuk melakukan penyimpangan... lembaga2 bantuan hukum buat masyarakat juga mulai banyak bertebaran di negara kita... nah kalo masalah kesadaran masyarakat bagaimana ? apa yang telah kita upayakan dan apa ukuran bahwa itu telah dilakukan secara berkelanjutan ?

seperti dua hal yang lain, masalah kesadaran hukum emang sulit ngukurnya, mau ngukur pake apaan coba ? meteran ? timbangan ? ato literan ? susah khan ? ach... daripada pusing2, saya mo merekomendasikan cara untuk mengukur kesadaran masyarakat dari perbaikan jalan aja dech....
begini... ada yang bilang bahwa "kesadaran masyarakat bisa dilihat dari disiplinnya di jalan"... saya pelesetkan sedikit jadi "kesadaran masyarakat dapat dilihat dari kepeduliannya untuk memperbaiki jalan yang ada di depan rumahnya"...  jika kita melihat masyarakat mau memperbaiki jalan yang didepan rumahnya dengan inisiatif sendiri maka itu artinya kesadaran masyarakat udah bagus, sebaliknya jika rumah masyarakat bagus-bagus, keren, bertingkat .. tapi jalan di depan rumahnya dibiarkan jelek2 maka itu artinya kesadaran masyarakat kita masih memprihatinkan....

ide pengukuran kesadaran masyarakat dengan cara ini tidak dimaksudkan untuk mencari2 kambing hitam karena tentu saja kalo kita menyalahkan rumah orang yang bagus dan jelan yang jelek, ada kemungkinan pemilik rumah ga khan terima dan nyerang balik ke kita : "lha elo yang tiap hari lewat depan rumah gua juga ga peduli kok ?" .... saya cuman cari metode yang gampang aja untuk mempermudah pengukuran kesadaran.. kalo semua nyadar khan enak kaleee.....
gimana pendapat penonton ????? :) :)