selamat datang di blog yang dikhususkan buat teman2 yang interest di bidang transportasi.....

(selaen transport juga gpp c.. sing penting happy! heheh)

Senin, 29 Agustus 2011

syarat disertasi

semua orang bisa jadi doktor, kalo ga bisa S3 yaa minimal mondok di kantor lah, doktor juga khan ?

sehubungan saya lagi pusing mikirin bagimana caranya bikin disertasi, saya mo sharing dikit ah, apa sich syaratnya kalo kita mo bikin disertasi.
kebetulan belom lama dapet kuliah tentang penulisan disertasi, kata Pak Dosen, setidaknya ada dua syarat yang harus dipenuhi untuk menyusun disertasi :
1. ada kontribusi orisinal terhadap keilmuan ;
2. disertasi bukan pemecahan masalah (problem solving).

untuk yang pertama, ke-orisinil-an itu hukumnya wajib untuk sebuah disertasi, jadi kita ga boleh bikin disertasi yang udah dibikin orang lain, nge-jiplak, copy paste gituh, ga banget lah.. boleh-boleh aja kalo kita masih taman kanak-kanak misalnya ngegambar dengan meniru gambar orang lain kalo bikin disertasi denga ngejiplak bikinan oran gitu hukumnya haram kale..
kontribusi juga wajib karena di akhir disertasi kemudian kita harus menyatakan kontribusi kita seperti apa, ada klaim bahwa kita telah mengontribusikan sesuatu.. ga harus hal besar seperti penemuan E=mc2 nya Einstein, kontribusi kecil juga ga masalah asal hasil pemikiran sendiri..

penetapan lebaran...

baru kali ini ngalamin lebaran diundur.. 
mungkin karena emang pada awalnya saya salah prediksi sehingga pulang ke kota (bukan pulang kampung loh, sayah khan pulang berlawanan arus mudik, dari bandung ke bekasi) ato emang belom ada pemberitahuan sebelumnya, belom ada penetapan kapan jatuhnya hari lebaran dari pemerintah..

yang saya heran tuch kenapa yach penetapan lebaran ini mepet banget waktunya, kayak undangan rapat dari birokrat aja, pelaksanaan rapat hari selasa, undangan dikirim hari senin, apa ga mempertimbangkan bahwa para undangan itu perlu waktu untuk menyiapkan diri, iya sich kalo yang diundang tamu dekat, lha kalo tamu jauh ? saya sering denger kelauhan tamu yang datang dari surabaya ke jakarta katanya ga sempat ganti baju sama sekali.. ato bisa juga kayak sistem kebut semesternya para mahasiswa/i, dikasih tugas dari bulan kemaren baru dikerjain malem ini karena besok harus dikumpulin...hihi..

Minggu, 28 Agustus 2011

penanganan kemacetan masa lebaran

kita semua dipusingkan dengan kemacetan lalulintas yang terus terjadi selama angkutan lebaran, dari tahun ke tahun kemacetan terus meningkat padahal berbagai upaya telah dilakukan seperti pembangunan infrastuktur yang potensi macet misalnya jalur nagreg.

Kementerian Perhubungan sendiri telah dan terus mengupayakan penumpukan kendaraan di arus mudik dan arus balik dengan mengkoordinasikan penggunaan alat angkut untuk sepeda motor yang saat ini menjadi moda primadona bagi para pemudik. Gerbong-berbong kereta api dan truk disarankan dapat digunakan untuk digunakan untuk mengangkut sepeda motor sementara pengendara sepeda motor daiarahkan untuk menggunakan bus atau kereta api..dan upaya ini sebenarnya bukan terobosan baru untuk menangani kemacetan lalulintas selama lebaran karena dari tahun yang lalu juga pernah dilakukan upaya ini namun kemacetan tetap saja terjadi...

Sabtu, 20 Agustus 2011

2011 property naek ! ;)

Buat yang ada niatan beli rumah cepetaan... 2011 katanya mo naek lagi 20 prosen...

Hehe.. Promosi niy...
Published with Blogger-droid v1.7.4

Rabu, 17 Agustus 2011

perawatan...

"satu hal yang penting ketika kita memiliki sesuatu adalah perawatan"

anggap saja kita sekarang memiliki kendaraan, barang elektronik, pakaian.. ato apapun yang berwujud fisik.. semuanya perlu perawatan bukan ?
bayangkan jika Anda terus menerus memakai sepeda motor Anda atau mobil Anda tanpa memperhatikan kapan Anda harus ganti olie. kapan memeriksa busi, kanvas rem dan sejenisnya.. selain Anda beresiko untuk mengalami kecelakaan lalulintas, mungkin kendaraan Anda akan turun mesin sebelum waktunya..

barang elekronik juga tidak ada bedanya.. terus-terusan Anda pake telepisi, henpong, radio, cd player tanpa Anda perhatikan kebersihan dan perawatan spare partnya.. ingat juga bahwa barang-barang yang sering kita pegang berpotensi untuk menjadi tempat hidup kuman-kuman.. konon khabarnya menurut penelitian, henpon anda lebih kotor daripada wastapel yang ada di kamar mandi! alasannya mungkin yaa sederhana, sekalipun kotor, wastapel sering dibersihkan, lha henpon anda? coba anda ingat, kapan terakhir Anda bersihkan ?? jangan-jangan henpon kita lebih kotor daripada kloset kale :(

pakaian juga sami mawon. coba aja Anda pake terus tuh baju tanpa Anda perhatikan kapan Anda cuci, setrika, pakein parfum dll dsb.. wah bisa-bisa gada yang mau deket kale ma anda...

Rabu, 22 Juni 2011

rencana tinggal rencana.. xixi... (tulisanku di fb)

suka geli sendiri kalo mengingat kembali rencana hidupku selama ini...

katakanlah waktu aku merencanakan untuk tinggal dimana (waktu beli rumah pertama).. dengan konsep "zero traffic" seperti yang sering diarahkan oleh professor universitas ternama di bandung maka aku memilih sebuah rumah sangat sederhana sekali ketemu lagi ketemu lagi (RSSKLKL) di pinggiran kabupaten bandung. aku waktu itu merencanakan sekalipun rumah itu di pinggiran namun dekat dengan pusat kegiatan keluarga seperti sekolah, pasar dan tempat olahraga. aku pikir keluargaku tidak perlu keluar melewati jalan arteri untuk mencapai tempat-tempat yang dibutuhkan itu dan kesemuanya bisa dicapai dengan berjalan kaki ato bersepeda seperti yang kami sekeluarga biasa lakukan selama dua tahun tinggal di yogya.. (saat merencanakan itu anakku no 1 dan ke 2 masih SD, yang ketiga belom lahir)..
kenyataannya setelah aku menetap disana, anak-anak ga ada yang mau sekolah di deket rumah, mereka lebih suka keluar dengan pertimbangan sekolah yang jauh lebih berkualitas dan lebih keren.. mamanya anak-anak juga ga suka berbelanja di pasar yang deket, dia sukanya belanja di tempat yang lebih nyaman.. alhasil konsep "zero traffic" pun cuma sebatas angan-angan saja.. hehe..

dalam kondisi seperti itu aku sering kepikiran, ternyata emang sulit sekali mengaplikasikan sebuah rencana karena memang pada akhirnya faktor lingkungan akan berpengaruh demikian besarnya, selain itu pula kenyataannya setiap manusia punya keinginan yang rasanya sih takkan ada seorangpun yang bisa menebaknya.. dan keinginan-keinginan itupun seharusnya didukung karena positif thingking nya tidak ada seorang pun yang menginginkan keburukan untuk dirinya, jelas setiap kita menginginkan yang terbaik untuk diri kita masing-masing... aku sendiri tidak mau begitu saja disalahkan oleh keluarga yang misalnya memilih rumah kok di kampung, yang kurang prospektif. aku juga gini-gini juga master transportasi loh! aku sudah mempertimbangkan semua itu dengan berkaca pada perusahaan cokelat di swiss yang menempatkan pusat-pusat produksinya di tempat yang jauh dari keramaian dengan pertimbangan faktor ekonomi dan konsentrasi pengembangan kualitas produk.. lagipula menurut pandangan aku, tinggal di kota lebih banyak mudharatnya daripada benefitnya, misalnya kita akan banyak terganggu kebisingan, polusi, godaan untuk sering jalan-jalan, dan yang lebih parah adalah kualitas hidup juga rendah.. ingat bahwa menurut penelitian ItB, "80% sumur di wilayah Bandung Kota tercemar bakteri e-coli"...

kalo ngomong gitu yaa mungkin yang tinggal di kota pada kesel sama saya.. mungkin aja mereka bilang "ah! elo aja yang ga mampu beli rumah di kota makanya ngoceh sembarangan!"... iya iya dech.. emang gw mah udah norak, jelek, bokek, idup lagi.. elo2 orang deh yang bener dan cerdas semua.. hehe

lagian yang begituan ga usah terlalu difikirin, rencana yang tinggal rencana itu bukan cuman kita doang yang ngalamin.. aku sendiri pernah ndenger pensiunan pejabat jawa barat jaman orde baru yang cerita tentang rencana pengembangan provinsi kita tercinta (jawa barat) dulu.. segala macem studi dilaksanakan sampe studi banding ke mancanegara, rencana ini, rencana itu disusun.. dalam prakteknya mah hampir semua ga terealisir karena banten kemudian memisahkan diri...
liat lagi case DKI Jakarta yang dalam rencana induk tata ruangnya dulu ga pernah nyebut-nyebut masalah bus way and tokh kemudian ketika direalisasikan malah banyak mangfaatnya...
liat juga skup yang lebih besar, katakanlah di dunia internasional.. rencana segala macem dibikin yang konon kabarnya untuk kesejahteraan seluruh umat manusia.. kata yang negatif tihing2 mah : "ah! tetep aja cuman nguntungin negara adidaya aja, negara miskin mah tetep aja dalam posisi berkembang.. dan yang berkembang terus mah jelas utangnya doang!"...

melihat case-case itu mungkin kemudian sebagian (besar) dari kita ga terlalu mempedulikan arti penting rencana.. sekalipun kata para perencana "segalanya berawal dari sebuah rencana" tapi sapa yang mo ndengerin.. lha wong kemudian setiap kita jalan sendiri-sendiri.. yaaa terserah aja dech, pada gilirannya akan kembali ke persepsi masing-masing, mo direncanakan dengan matang, mo gimana besok, suka-suka Anda aja dech.. yang perlu kita sadari adalah seperti kata temen saya yang cerdas (B'tri) "segala sesuatu ada resikonya" dan menurut perspektif agama juga suatu saat nanti tiba giliran dimana setiap kita akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang telah kita lakukan, saat dimana seorang ayah tidak bisa menolong anaknya, saat seorang kekasih tidak mempedulikan pujaan hatinya, saat dimana setiap kita sibuk memikirkan keselamatan diri masing-masing....

============
buat aku sendiri, ada sebagian yang aku rencanakan dengan sebaik-baiknya dan aku "kawal" dengan sepenuh hati.. serta ada juga sebagian yang lain yang aku lakukan sambil lalu (tidak begitu direncakan dan dikendalikan)..yang jelas semuanya aku dedikasikan untuk mendukung mereka yang aku kasihi.. dan dibalik semua itu aku meyakini dengan seyakin-yakinnya bahwa ada kehendak yang lebih kuat yang mengendalikan semua itu.. "the invisible hand" lah bahasa ciketing mah... hehehe...
moga Tuhan memberkati upaya kita baik yang direncanakan ato yang gimana nanti ajah.. amin 3x...

Minggu, 29 Mei 2011

jangan mundur

pernahkah Anda menyaksikan kecelakaan lalulintas yang melibatkan pejalan kaki yang menyeberang jalan dengan kendaraan ? saya beberapa kali menyaksikannya. pejalan kaki di negara kita memang sangat rentan terhadap terjadinya kecelakaan, alasannya ada dua, pertama pejalan kaki nya itu sendiri yang kurang disiplin dengan tidak menyeberang pada tempatnya katakanlah zebra cross, jembatan penyeberangan ato terowongan penyeberangan. alasan kedua yaitu pengemudi kendaraan di negara kita secara umum memang kurang menghargai pejalan kaki, mungkin mereka berfikir bahwa jalan diprioritaskan untuk kendaraan, padahal jelas dalam undang-undang bahwa yang dipriortitaskan di jalan adalah pejalan kaki.

illustrasi terjadinya kecelakaan lalulintas yang melibatkan pejalan kaki dan kendaraan dapat dilihat pada gambar berikut :

(a)menggambarkan pejalan kaki yang seringnya menunggu kesempatan menyeberang dengan berdiri di tengah jalan, ketika ia melihat ke kirinya ada peluang untuk maju maka ia melangkah berharap kendaraan dari kirinya tersebut memberi kesempatan untuk menyeberang.

(b) kendaraan di kiri pejalan kaki tidak memberi kesempatan kepadanya sehingga pejalan kaki dengan spontan mundur untuk menghindari kendaraan yang maju di hadapannya. keadaan ini tanpa disadari sangat mengagetkan kendaraan yang melaju dari sisi kanan pejalan kaki yang pada gambar diillustrasikan sebagai pengendara sepeda motor. pengendara sepeda motor yang umumnya berada di kanan jalan dengan kecepatan lebih tinggi daripada mobil (bahkan ada beberapa yang suka ngebut) tidak punya kesempatan untuk menghindari tabrakan dengan pejalan kaki karena dekatnya jarak henti, dan akibatnya kecelakaan lalulintas tak bisa terhindarkan !

demikian gambaran beberapa kecelakaan lalulintas yang melibatkan pejalan kaki dan kendaraan yang pernah saya lihat dengan mata kepala sendiri... menurut pandangan saya untuk menghindari jenis kecelakaan seperti ini diperlukan kesadaran baik pejalan kaki maupun pengendara kendaraan bermotor. pejalan kaki sebaiknya menggunakan fasilitas pejalan kaki yang disediakan.. jika memang pejalan kaki terpaksa harus menyeberang pada jalan yang tidak ada fasilitasnya maka pastikan agar Anda dalam posisi yang aman, lihat kiri-kanan, waspada akan adanya kendaraan yang menyerobot dan ngebut, dan sekali Anda melangkah maju, jangan mundur karena Anda tidak bisa melihat pergerakan kendaraan di belakang Anda...  bagi pengemudi kendaraan bermotor, sudah selayaknya Anda memprioritaskan pejalan kaki... jalan khan milik umum dan semua berhak menggunakannya dengan prioritas yang jelas untuk pejalan kaki.. bagaimana pendapat pembaca ? :)

Senin, 23 Mei 2011

gerakan lalulintas yang (hanya?) ada di Indonesia.. ;)

anggap panah warna kuning adalah mobil yang bergerak diapit oleh sepeda motor di sebelah kiri kanannya, pengemudi mobil harus sangat berhati-hati karena sewaktu-waktu sepeda motor dapat memutar dengan gerakan U mengagetkan sang pengemudi mobil..

pada gambar kedua, pengemudi mobil juga harus sangat berhati-hati karena sewaktu-waktu bisa saja ada sepeda motor yang "menutup" ruang geraknya dari samping kanan.. kondisi yang sangat mengagetkan apabila sepeda motor datang dari akses sebelah kanan karena pergerakan sepeda motor sama sekali tidak kelihatan..

variasi lain adalah pergerakan angkutan kota (warna hijau)  yang sewaktu-waktu bisa mendahului kendaraan pribadi kemudian berhenti tepat di jalur lintasan kendaraan pribadi. hal ini bukan hanya menghambat pergerakan lalulintas di belakangnya akan tetapi sangat berpotensi untuk menimbulkan kecelakaan lalulintas.
variasi selanjutnya adalah ruang kosong antara kendaraan pribadi yang terhambat karena berhentinya angkutan kota kemudian dimanfaatkan oleh pengendara sepeda motor untuk mendahului. karena jumlah sepeda motor yang mendahului berasal dari dua arah maka sering terjadi penguncian pada pertemuan dua arus lalulintas ini...

gambaran diatas hanya sebagian kecil dari gerakan lalulintas yang "asyik-asyik" (=dibaca aneh tapi dah biasa) yang mungkin hanya ditemukan di negara kita yang konon kabarnya kesadaran masyarakatnya sangat rendah...banyak hal-hal "nyeleneh" lain seperti penggunaan trotoar untuk parkir,  tidak menggunakan lampu di malam hari, overloading, bercanda sambil mengemudi di tengah jalan, rambu lalulintas dianggap hiasan.. dan lain-lain... dan hebatnya bukan hanya pengendara sepeda motor yang sok-sok an kayak pembalap (pengendara berbadan gelap) , pengemudi kendaraan umum dan kendaraan pribadi juga gada bedanya (lihat kelakuan ugal-ugalan kendaraan pribadi yang nyalib dari kiri di jalan tol), pejalan kaki juga tidak mau menyeberang di trotoar ato jembatan penyeberangan.. dia lebih suka ngangkat pentungan kalo ga dikasih jalan oleh pengemudi.. bahkan mungkin banyak juga petugas yang "memberi contoh" yang kurang pantas... (semuanya oknum ya?).. dan hebatnya lagi penulis juga ternyata lebih parah, bisanya nyalah-nyalahin doang ga mau introspeksi diri.. huhuhu...

Selasa, 17 Mei 2011

asyik tinggal di bandung ? :)


liburan empat hari memperlihatkan betapa antusiasnya para pendatang menuju ke kota kita, Bandung.. liat aja kendaraan yang seliweran di jalan-jalan pusat kota, mayoritas pelat B (jakarta), ada juga yang pelat F ato pelat lain dari luar kota Bandung.. weleh-weleh rupanya kemacetan di kota kita ini bukan karena si Komo lewat.. tapi karena banyaknya pengunjung yang datang....

buat kita penghuni kota Bandung, banyaknya pengunjung ke kota kita bisa asyik bisa engga.. asyik kalo kita punya tempat usaha katakanlah butik, restoran, mall, tempat wisata, tempat pijet dll dsb... ga asyik kalo kita ga punya usaha asapa-apa karena kita cuman kebagian polusi udara dan suara aja.. mo kemana-mana juga macet cet. susah keluar.. ditambah kalo kita pas lagi tongpes, yaah kita cuman bisa gigit jari doang, olohok bari ngacai ngeliatin orang-orang yang seliweran kesonoh kemarih kayak raron.. uh.. :(

tingginya arus kedatangan wisatawan (katakanlah yang dateng untuk wisata karena umumnya dateng dari jakarta yang mungkin dah bosen menikmati hiburan jakarta) kayaknya sich seharusnya di manage dengan baik.. katakanlah boleh bawa kendaraan tapi ga sampe masuk kota.. di akses keluar tol disiapkan tempat parkir yang memadai.. untuk mencapai kota disediakan kendaraan umum yang bisa mengantar kemana aja sesuai keinginan pengunjung Bandung....kira-kira masuk akal ga yach ide itu ? coba Anda yang baca bantuin saya mikir.. soalnya kata para ahli dan pemerhati transportasi Kota Bandung, biaya kemacetan dan pemborosan energi di Kota kita ini sudah sangat mengkhawatirkan.. belom lagi ditambah isu lingkungan yaitu kerusakan lapisan ozon karena polusi udara.... nah.. gimana tuch kira-kira pada mau ga para pendatang ini disuruh turun dari kendaraannya biar kita orang bandung yang punya mobil ama yang engga bisa sama-sama menikmati keindahan kota bersama-sama.... ;)

Senin, 09 Mei 2011

gapake klakson... :)

Anda sadar ga jika Anda sering menggunakan klakson pada saat mengemudi itu bisa menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang ga sabaran ?

saya sendiri pernah ditanya kayak begini oleh seorang teman yang memang jarang sekali menggunakan klakson ketika mengemudi.. ia memang seorang yang sabar dan penuh etika, katakanlah sekalipun ada ibu-ibu yang berjalan menutupi jalannya ia tetap saja santai sambil senyum... sesekali ia berguman "yaa.. mungkin aja ibu itu lagi ngelamun karena belom beli susu buat anaknya, belom nyiapin sarapan buat suaminya, belom bayar uang sekolah anak-anaknya dan lain-lain sehingga ia tidak sadar bahwa ia sedang menghambat perjalanan seorang bapak yang juga sedang dalam perjalanan untuk mencari nafkah bagi keluarganya"....

saya senyum-senyum sendiri mendengar gumamannya, dan secara tanpa sadar karena sering bergaul dengan teman yang sabar itu saya juga jadi kebawa sedikit sabar (Sedikit loh yah? hehe)...semenjak kenal teman itu, saya juga jadi jarang menggunakan klakson, sekalipun dalam kondisi buru-buru saya tetap berusaha cool ajah karena menyadari bahwa mungkin sebenarnya orang lain yang menggunakan jalan juga sama diburu waktunya seperti saya.. sejalan dengan berkurangnya penggunaan klakson, saya juga jadi jarang menggunakan rem karena emang jadi jarang ngebut... laah kalopun ngerem yaa santai aja ngeremnya jadi ga dadakan gitu... (kalo sambel dadakan khan enak, lah kalo ngerem mendadak khan bahaya?hehe)... ternyata, implikasinya sangat menguntungkan misalnya kadar ke-stres-an juga rasanya berkurang karena saya malah sering senyum-senyum sendirian (gokil kale ya?), kendaraan juga jadi awet karena lebih terjaga (jarang ngerem) dan sejenisnya.... pernah loh sayah santai aja ketika jalan saya ditutup sama becak, sampe klakson tat-tet-tot di belakang pun saya cuekin aja sambil ndengerin mp3, akhirnya tukang becaknya yang ngalah sendiri karena bingung di belakangnya ternyata antrian panjang sekali.. hehehe.. santai aja mang! :)

denger pengalaman temen lain yang di negara maju juga katanya kebiasaan mereka seperti itu, katakanlah di Swedia, dalam antrian penggunaan telepon umum, sekalipun yang ngobrol di telepon udah berjam-jam, antrian berikutnya santai aja ga akan negor, kalo perlu dia bikin tenda sambil nungguin... coba deh kalo di lingkungan kita, udah ditereakin kali.. "cepetan Mas, cepetan Om !" gitu katanya.. udah cape-cape antri ehhh diserobot lagi dari belakang.. mantaps bangat dah ah.....

yaaa.. kondisi kita emang begitu, ga tau dech semua itu mengartikan apa... mungkin emang kita sekarang udah jadi masyarakat yang mau menang sendiri, ga sabaran, arogan ato apa.. tapi yaa jelas lah ga semua begitu.. karena yang baca tulisan ini mah udah pasti bertanggung jawab dan bermartabat, ya khan temans? hehehe.....

Selasa, 08 Maret 2011

"bike to work" ato "work to bike" ? :)

sekarang ini banyak instansi pemerintah yang menggalakkan penggunaan sepeda untuk pulang-pergi ke kantor.. sampai dicontohkan oleh pemimpin-pemimpin kantor pada setiap hari tertentu katakanlah tiap hari jumat yang memang umumnya telah disepakati sebagai "hari olahraga"...

pertanyaannya adalah kira-kira perjalanan bekerja dengan menggunakan sepeda ini dapat digalakkan ato tidak ? ato cuman hangat-hangat tai ayam aja.. awal-awalnya cuman buat cari muka ke pimpinan yang lagi seneng sesepedahan ato emang penggunaan sepeda itu dibutuhkan...

faktanya saat ini adalah, perumahan penduduk telah bergeser ke luar kota sehubungan dengan mahalnya harga tempat tinggal di dalam kota.. sementara kesenjangan pendapatan antara dalam kota dan luar kota juga terus terjadi... menurut pengamatan saya sendiri sich untuk pegawai di kantor saya aja, rata-rata perjalanan para pegawai dari rumah menuju kantor adalah diatas 10 km. nah.. dengan jauhnya perjalanan itu, kira-kira apa mungkin menggunakan sepeda ?? mungkin aja sich.. paling gempor sampe ke kantor ! :)

jadi tidak salah jika kemudian ada anekdot "bike to work" ato "work to bike" ? karena mereka yang menggunakan sepeda dengan mengikuti arahan para "pemimpin" dan para "ahli" (yang katanya penggunaan sepeda itu hemat energi, ramah lingkungan, untuk keselamatan jantung dll dsb) umumnya memang mengalokasikan hari penggunaan sepeda untuk sesepedahan. bukan untuk bekerja.. jadi jangan heran kalo pas hari penggunaan sepeda, pegawainya pada hilang karena emang niatan kerjanya hari itu adalah bersepeda.. jadi bukan "bike to work" tapi "work to bike"..

jumat besok ke Gasibu yu ah ! heheheh...

Minggu, 20 Februari 2011

rujiiittttttt..... ! :(

ada temen dari Uganda nanya ke sayah "bagaimana kondisi transportasi Indonesia ?".. saya jawab aja dech "rujit !".. tau dia ngarti apa kaga dah yang penting saya dah jawab..

"rujit" itu mungkin kalo diartikan ke dalam bahasa Indonesia itu artinya pusing, banyak gangguan, banyak yang hilir mudik ga jelas, banyak rongrongan.. sejenis itulah... ato Anda bisa menterjemahkan dengan lebih baik ??

abis emang pusing sich.. baru mengemudi beberapa meter dah terhenti karena ada kendaraan yang keluar dari rumah makan, baru nge-gas sedikit ada yang nyeberang, ngerem lagi, baru ada yang nyeberang ada yang masuk ke pom bensin, kena macet karena akses keluar masuk perumahan, lampu lalulintas ga dipatuhi, rambu dicuekin.. pengemudi yang ga punya SIM berkeliaran.. sumbangan dari sumbangan tempat ibadah, pengemis, organisasi preman pada nongkrong di pinggir jalan.. wahhh pokoknya rujiiiiiiiiiittttt !

terus sapa yang mau tanggung jawab dalam kondisi serba acak adut kayak begini ? gue ya ? karena gue kerja di dinas perhubungan ? iya dech... emang itu sebagian adalah tanggung jawab gue juga.. saking pusing mikirinnya makanya kita tulis disini.. kale aja ada yang bisa ngasih "bongbolongan" = (petunjuk).. hehehe